Ilmuwan Temukan Fosil Ular Raksasa

lmuwan Temukan Fosil Ular Raksasa Print E-mail
Monday, 09 February 2009

Bukan hanya di  film Anaconda. Baru baru ini, beberapa ilmuwan menemukan sebuah fosil ular yang panjangnya diperkirakan sama dengan bus dan beratnya seperti mobil.

 Fosil ular raksasa tersebut ditemukan di Kolombia oleh sekelompok peneliti dari University of Florida, AS. Para ilmuwan menyebutkan,ular tersebut hidup di hutan tropis setelah punahnya masa TyrannosaurusRex sekitar 60 juta tahun lalu.Ular tersebut mempunyai panjang 42 kaki atau 13 meter. ”Yang jelas, ular raksasa tersebut lebih berat dibandingkan bison atau banteng dan lebih panjang dibandingkan bus kota,”kata Jack Conrad,pakar ular dari the American Museum of Natural History di New York kemarin.

”Dengan ukuran seperti itu,mudah saja ular tersebut memakan mangsa seukuran sapi.Bahkan,manusia pun dapat langsung ditelan mentah-mentah,”ujarnya. Ketua tim ilmuwan, Jason Head,dari Universitas Toronto diMississauga,Kanada,mengatakan ular terbesar itu mampu menelan manusia dan diperkirakan beratnya lebih dari 1 ton. ”Kalau ular itu masuk ke ruangan saya untuk memakan saya, maka dia akan kesulitan melewati pintu,”kata Head.

Sekadar perbandingan, ular anaconda hijau yang dikenal paling berat di dunia memiliki bobot mencapai 250 kg. Sementara ular piton yang dikenal sebagai binatang melata palingpanjangdidunia,maksimal hanya mencapai 10 meter. Para ilmuwan menamakan fosil ular tersebut titanoboa cerrejonensis, artinya ular boa yang sangat kuat dari Cerrejon, Kolombia. Cerrejon adalah nama daerah tempat fosil itu ditemukan. Dengan tubuh seperti itu, titanoboa berperilaku seperti anaconda dan menghabiskan waktu di dalam air.

Kalau sedang di darat,titanoboa akan bergerak melata. Ukuran tubuh titanoboa yang luar biasa memberi petunjuk tentang habitatnya, yakni hidup di suhu lingkungan yang hangat. Penemuan fosil titanoboa memunculkan pendapat bahwa temperatur di garis khatulistiwa meningkat bersamaan dengan suhu global.Hal ini kontras dengan hipotesis yang mengatakan bahwa suhu tidak akan naik. ”Ini adalah sebuah lompatan kalau diterapkan pada kondisi masa lalu dengan perubahan iklim,”ungkap Head.

Menurut dia, penemuan itu menggambarkan bahwa daerah di garis khatulistiwa akan menghangat bersama dengan bertambahnya usia planet.” Namun, tidak akan ada lagi ular raksasa karena kita sudah memusnahkan habitat mereka dengan pembangunan dan penebangan hutan di wilayah ekuator,”paparnya. Menurut peneliti Jonathan Bloch dari University of Florida,penemuan ular tersebut jauh dari imajinasi para sutradara film horor Hollywood. Sebenarnya,titanoboa pertama kali dipamerkan di awal 2007 di Florida Museum of Natural History di University of Florida di Gainesville.

Selanjutnya, para ilmuwan melakukan rangkaian penelitian sebelum merilisnya dalam jurnal Nature kemarin. Para ilmuwan masih akan kembali ke Kolombia untuk menemukan beberapa bagian fosil yang belum ditemukan.

~ oleh aguswidya pada Juni 20, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: